M. Yusuf

 

Seiring bertambahnya usia, sebagian lansia dapat mengalami penurunan fungsi otak yang menyebabkan gangguan daya ingat, berpikir, dan perilaku, seperti pada demensia. Salah satu masalah yang sering terjadi pada penderita demensia adalah Sundowning Syndrome atau sindrom sundowning, yaitu kondisi ketika seseorang menjadi lebih bingung, gelisah, cemas, mudah marah, atau menunjukkan perubahan perilaku lainnya pada sore hingga malam hari. Sindrom sundowning cukup sering ditemukan pada lansia dengan demensia. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah penderita demensia dapat mengalami kondisi ini.

 

Tanda dan gejala sering ditemukan: 

1.   Kebingungan meningkat pada sore atau malam hari (sulit mengenali tempat atau waktu dan tampak lebih bingung dibandingkan pagi hari)

2.   Gelisah atau agitasi (tidak bisa diam, mudah marah atau tersinggung dan tampak cemas tanpa sebab yang jelas). Mondar-mandir (wandering)    (berjalan terus-menerus tanpa tujuan jelas dan berusaha keluar rumah atau mencari jalan pulang meskipun berada di rumah sendiri)

3.   Perubahan perilaku (menolak bantuan atau instruksi, berteriak, menangis, atau berbicara berulang-ulang dan perilaku menjadi lebih agresif dari biasanya)

4.   Kecemasan dan ketakutan (tampak takut ketika hari mulai gelap dan merasa tidak aman saat sendirian)

5.    Halusinasi atau waham (melihat atau mendengar sesuatu yang tidak ada dan curiga berlebihan terhadap anggota keluarga atau pengasuh)

6.   Gangguan tidur (sulit memulai tidur, sering terbangun pada malam hari dan tidur menjadi tidak nyenyak)  dan berperilaku tidak sesuai waktu (bersiap bepergian pada tengah malam, mulai memasak, berkemas, atau melakukan aktivitas lain pada waktu yang tidak semestinya).

 

Gejala yang muncul sering kali membuat pasien sulit beristirahat, lebih sering berkeliaran tanpa tujuan, berteriak, sulit diajak berkomunikasi, atau menunjukkan perilaku yang tidak biasa. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan pasien, tetapi juga dapat menimbulkan kelelahan fisik dan emosional bagi keluarga maupun pengasuh yang merawatnya.

 

Cara Pencegahan:

Agar lebih baik hasilnya, pencegahan harus dilakukan oleh pasien dan caregiver.

 

1.     Pencegahan yang bisa dilakukan pasien:

a.     Menjalani aktivitas fisik secara teratur pada siang hari

Berjalan santai, senam lansia, atau aktivitas ringan lainnya. Hindari terlalu banyak tidur siang, dengan tujuan: membantu tubuh lebih siap beristirahat pada malam hari.

b.     Menjaga jadwal harian yang teratur dan ciptakan suasana kamar yang nyaman dan tenang

Bangun tidur, makan, mandi, dan tidur pada waktu yang sama setiap hari. Dengan tujuan untuk membantu menjaga ritme biologis tubuh.

c.     Mendapatkan paparan cahaya yang cukup pada siang hari

Beraktivitas di luar rumah pada pagi atau siang hari. Hal yang bisa dilakukan misalnya membuka jendela agar cahaya matahari masuk ke rumah. Tujuan: membantu mengatur siklus tidur-bangun dan mengurangi kebingungan saat sore hari.

 

2.     Pencegahan yang bisa dilakukan pada sisi keluarga dan Caregiver

a.  Menjaga pencahayaan rumah menjelang sore dan malam, nyalakan lampu sebelum hari menjadi gelap dan hindari ruangan yang terlalu redup. Hal ini untuk mengurangi kebingungan dan rasa takut saat lingkungan mulai gelap

b. Mengurangi kebisingan dan rangsangan berlebihan pada sore hari, hal yang bisa dilakukan mengurangi suara televisi yang terlalu keras dan hindari keramaian atau banyak tamu menjelang malam

c.   Mempertahankan rutinitas harian yang konsisten, pengaturan jadwal makan, aktivitas, dan tidur dibuat tetap setiap hari

d.  Memenuhi kebutuhan dasar lansia pastikan Lansia, pastikan Lansia tidak merasa lapar atau haus, tidak mengalami nyeri, tidak terlalu lelah, dan menggunakan alat bantu dengar atau kacamata bila diperlukan

e.  Memberikan pendampingan yang tenang dan menenangkan. Hal yang dilakukan, misalnya berbicara dengan suara lembut, tidak berdebat dengan lansia yang sedang bingung dan memberikan rasa aman dan dukungan emosional. Tujuannya untuk mengurangi kecemasan dan agitasi yang muncul pada sore atau malam hari

f.  Mendorong aktivitas bermakna di siang hari, kegiatan yang bisa dilakukan: mengajak berjalan-jalan, berkebun, beribadah, berinteraksi dengan keluarga. Aktivitas siang hari yang cukup dapat membantu mengurangi gejala sundowning pada malam hari

g.  Segera berkonsultasi ke tenaga kesehatan bila: agitasi atau agresivitas semakin berat, Lansia sering keluar rumah tanpa tujuan, timbul halusinasi yang mengganggu, dan gangguan tidur semakin parah.

 

Apabila anda atau keluarga mengalami sindrom sundowning yang dirasa cukup mengganggu perilaku dan pola tidur, anda bisa memanfaatkan layanan Klinik Geriatri RS Radjiman Wediodiningrat Lawang. Pendaftaran online: https://daftar.rsjrw.id/  atau informasi lebih lanjut bisa menghubungi nomor Wa 0822 2912 3385.

 

Referensi:

https://www.geriatri.co.id/artikel/1244/mengenal-sindrom-sundowning-kenapa-oma-opa-lebih-sensi-di-sore-hari#google_vignette

https://id.approby.com/9-cara-mengelola-sundowning-kebingungan-akhir-hari/

  

Sumber Gambar: Freepik