Noerul Ikmar, S.KM
Agustus adalah bulan yang identik dengan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia. Salah satu bentuk perayaan yang wajib dilakukan oleh semua kalangan khususnya sekolah dan instansi pemerintah adalah upacara bendera. Upacara merupakan peringatan yang formal apalagi dalam masa perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan. Banyak hal yang indah dan penampilan apik yang ada di momen upacara. Sayangnya, ada juga kasus yang acap kali muncul saat upacara yaitu kasus pingsan.
Pingsan dapat terjadi pada siapa saja baik peserta maupun petugas upacara. Kejadian pingsan sering terjadi khususnya pada anak sekolah. Banyak hal yang dapat mempengaruhi kejadian pingsan. Mengetahui faktor penyebab pingsan dapat membantu kita menyiapkan fisik yang prima sebelum momen upacara dilaksanakan.
Pingsan bisa terjadi karena tekanan darah mendadak turun. Penyebabnya adalah turunnya tekanan darah membuat aliran darah ke otak berkurang sehingga otak kekurangan oksigen. Penurunan aliran darah ini sebenarnya bisa diatasi oleh tubuh tapi jika proses penyesuaian memakan waktu lama, maka terjadilah pingsan.
Istirahat yang Berkualitas dan Cukup
Saat upacara, kita akan berdiri dengan posisi siaga yang cukup lama. Berdiri terlalu lama dapat mengakibatkan nyeri pinggang, pandangan kabur hingga terasa ingin jatuh. Saat berdiri terlalu lama maka aliran darah akan berkumpul di bagian elastisitas mengikuti arah gravitasi bumi. Mengakibatkan gangguan suplai oksigen dan penurunan suplai darah pada jaringan tubuh serta sel otak. Keadaan ini bisa membuat tekanan darah turun atau tidak stabil sehingga meningkatkan risiko pingsan.
Istirahat yang berkualitas adalah salah satu kunci menjaga kestabilan tekanan darah. Tidur yang cukup saat malam sebelum upacara membantu menjaga tekanan darah yang lebih stabil. Maka dari itu, pastikan untuk tidak begadang pada malam sebelum upacara agar kondisi badan prima untuk berdiri sepanjang jalannya upacara.
Nutrisi Tercukupi Bantu Berdiri Tanpa Letih
Faktor berdiri terlalu lama dalam posisi yang sama tidak hanya berdampak pada tidak stabilnya tekanan darah. Sebenarnya tubuh hanya bisa mentolerir tetap berdiri dengan satu posisi hanya selama 20 menit. Jika lebih dari 20 menit maka perlahan-lahan elastisitas jaringan akan berkurang dan akhirnya terdapat peningkatan tekanan otot.
Saat berdiri lama, organ seperti otot dan otak membutuhkan banyak sumber energi untuk bekerja. Salah satu sumber energi yang mudah untuk diproses adalah gula. Kekurangan gula dapat menyebabkan hipoglikemia atau kadar gula rendah. Hipoglikemia dapat menimbulkan gejala seperti pusing, kebingungan dan juga pingsan.
Sebelum upacara, kita harus memastikan memenuhi kadar gula pada tubuh dengan sarapan yang mengandung karbohidrat. Karbohidrat dapat diubah menjadi gula untuk memberikan energi yang diperlukan oleh tubuh. Dalam hal ini, sarapan menjadi pondasi untuk menopang badan selama upacara berlangsung dan kita harus berdiri dengan posisi yang sama dalam waktu yang cukup lama.
Sarapan bagian yang paling penting guna mengawali kegiatan harian seseorang. Sarapan dapat memenuhi kebutuhan gizi pada saat pagi hari dan bermanfaat dalam mencegah hipoglikemia setelah tidak makan minum pada saat malam hari. Selain itu, sarapan juga menstabilkan kadar gula dalam darah. Sarapan dapat memberikan energi tambahan karena kalori tubuh manusia sangat rendah di pagi hari di mana waktu upacara bendera biasa dilaksanakan.
Minum Air Putih Supaya Terhidrasi dengan Baik
Upacara bendera biasa dilakukan di pagi hari dengan cuaca yang panas. Kita harus berdiri di bawah paparan sinar matahari dalam waktu yang cukup lama sehingga meningkatkan risiko dehidrasi. Tubuh akan kehilangan banyak cairan melalui keringat ketika cuaca panas. Saat seseorang dehidrasi, aliran darah dan oksigen di seluruh tubuh menjadi terhambat. Akibatnya, aliran darah ke otak menjadi berkurang dan membuat tubuh seseorang pusing, lemas, hingga pingsan. Solusi terbaik untuk menghindari dehidrasi adalah minum air putih yang cukup. Minum air putih yang cukup dilakukan baik sebelum dan sesudah upacara untuk memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Sumber Gambar:
Referensi:
Susianti, M., Syukur, S. B., & Kadir, S. (2024). Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Pingsan. Gorontalo Journal of Public Health, 7(1), 28-33.